<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Akademik &#8211; Sekolah Al Bunyan</title>
	<atom:link href="https://www.sekolahalbunyan.sch.id/category/akademik/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.sekolahalbunyan.sch.id</link>
	<description>Mencetak Pemimpin Rabbani</description>
	<lastBuildDate>Sat, 28 Oct 2023 02:15:20 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.8.2</generator>
	<item>
		<title>Tips Meningkatkan Literasi Keuangan Ananda Sejak Dini</title>
		<link>https://www.sekolahalbunyan.sch.id/2023/10/12/tips-meningkatkan-literasi-keuangan-di-smp-dan-sma/</link>
					<comments>https://www.sekolahalbunyan.sch.id/2023/10/12/tips-meningkatkan-literasi-keuangan-di-smp-dan-sma/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[kintan melati]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 12 Oct 2023 10:11:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Akademik]]></category>
		<category><![CDATA[#anakcerdasfinansial]]></category>
		<category><![CDATA[#bijakfinansial]]></category>
		<category><![CDATA[#literasikeuangan]]></category>
		<category><![CDATA[#literasikeuangananak]]></category>
		<category><![CDATA[#sekolahcalonpemimpin]]></category>
		<category><![CDATA[#tipsmengelolauang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.sekolahalbunyan.sch.id/?p=3991</guid>

					<description><![CDATA[Kita seringkali memandang uang sebagai sumber daya untuk meraih keinginan, padahal sejatinya uang merupakan sebuah sumber daya untuk mendapatkan apa yang dibutuhkan.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Ayah Bunda, agar anak dapat mengambil keputusan dalam hidup secara bijaksana, salah satu kemampuan yang perlu ditingkatkan adalah literasi keuangan. Pemahaman mengenai konsep uang merupakan hal yang sangat penting. Kita seringkali memandang uang sebagai sumber daya untuk meraih keinginan, padahal sejatinya uang merupakan sebuah sumber daya untuk mendapatkan apa yang dibutuhkan.</p>



<p>Sebagai contoh, jika ananda diberikan uang senilai 50 ribu rupiah untuk uang jajan harian saat ini, apa yang akan ananda biasanya lakukan dalam menggunakan uang tersebut? Bisa jadi ananda akan membeli barang-barang yang diinginkannya saja seperti jajanan kudapan, dll. Tapi apakah barang-barang itu yang sebenarnya ananda butuhkan?</p>



<p>Gaya hidup konsumtif yang senang membelanjakan uang tanpa pertimbangan yang matang, adalah perilaku yang berpotensi merugikannya di masa depan. Oleh karena itu, meningkatkan literasi keuangan anak sejak dini merupakan investasi jangka panjang yang sangat berharga. Literasi keuangan yang baik juga dibutuhkan dalam membangun kualitas manusia unggul di masa depan. Namun sayangnya berdasarkan data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sampai 2022 lalu, indeks literasi keuangan masyarakat Indonesia masih terhitung rendah di angka 49,68%.</p>



<p>Berikut tips-tips yang dapat diterapkan untuk meningkatkan literasi keuangan ananda dari sekarang :&nbsp;</p>



<ol class="wp-block-list">
<li><strong>Buat Anggaran</strong></li>
</ol>



<p>Mintalah mereka untuk membuat daftar pengeluaran bulanan, termasuk uang jajan, dan mengalokasikan dana untuk keperluan dasar seperti makanan, transportasi, dan hiburan. Ini akan membantu mereka memahami betapa pentingnya mengatur uang mereka.</p>



<ol class="wp-block-list" start="2">
<li><strong>Alokasikan Uang Jajan</strong></li>
</ol>



<p>Berikan uang jajan kepada ananda dan ajarkan mereka untuk mengelola uang tersebut, dengan membiarkan mereka memutuskan bagaimana membelanjakan uang itu beserta resikonya.</p>



<ol class="wp-block-list" start="3">
<li><strong>Tentukan Tujuan Belanja</strong></li>
</ol>



<p>Ananda juga perlu belajar tentang tujuan belanja. Ajarkan mereka untuk menentukan tujuan sebelum mereka membeli sesuatu. Apakah itu untuk membeli mainan baru, membeli buku, atau menabung untuk membeli sesuatu. Dengan memiliki tujuan, mereka akan lebih cermat dalam membelanjakan uang mereka.</p>



<ol class="wp-block-list" start="4">
<li><strong>Manfaatkan Teknologi</strong></li>
</ol>



<p>GUnakan teknologi sebagai alat untuk meningkatkan literasi keuangan ananda. Ada banyak aplikasi keuangan yang cocok untuk ananda yang memungkinkan mereka untuk mencatat pemasukan dan pengeluaran mereka. Ini membantu ananda melihat dengan jelas bagaimana uang mereka digunakan.</p>



<ol class="wp-block-list" start="5">
<li><strong>Selalu Cek dan Periksa Hasil Belanja</strong></li>
</ol>



<p>Ajarkan ananda untuk selalu mengevaluasi hasil belanja mereka. Apakah barang atau layanan yang dibeli bermanfaat dan sesuai dengan tujuan awal? Ini adalah langkah penting utnuk memabntu mereka belajar dari pengalaman.</p>



<ol class="wp-block-list" start="6">
<li><strong>Sisihkan Tabungan Untuk Kebutuhan Mendatang</strong></li>
</ol>



<p>Bagian penting dari literasi keuangan adalah menabung untuk kebutuhan mendatang. Ajarkan ananda untuk mengalokasikan sebagian uang mereka untuk tabungan, seperti membeli barang impian atau dana darurat untuk masa depan.</p>



<p>Nah Ayah Bunda, demikian tips-tips yang bisa diupayakan untuk meningkatkan literasi keuangan ananda. Jadi ananda bukan sekadar membaca ilmu tentang uang, tapi juga tumbuh berdasarkan pengalaman yang membuat mereka terbiasa mengelola finansial sejak dini.</p>



<p>SAB juga menerapkan peningkatan literasi keuangan ini melalui pembangunan kebiasaan (habit) dengan pembatasan uang jajan maksimal 15 ribu/hari. Karena selain manfaat individu, literasi keuangan berbasis pengalaman ini juga memiliki dampak positif pada masyarakat secara keseluruhan. Anak-anak yang terampil secara keuangan lebih cenderung menjadi konsumen cerdas dan investor berpendidikan, sehingga pada gilirannya dapat membantu mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih stabil di masa depan.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.sekolahalbunyan.sch.id/2023/10/12/tips-meningkatkan-literasi-keuangan-di-smp-dan-sma/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bukan sekadar seleksi masuk, 3 jenis tes di PPDB SAB dapat menggambarkan potensi anak</title>
		<link>https://www.sekolahalbunyan.sch.id/2023/10/12/bukan-sekadar-seleksi-masuk-3-jenis-tes-di-ppdb-sab-dapat-menggambarkan-potensi-anak/</link>
					<comments>https://www.sekolahalbunyan.sch.id/2023/10/12/bukan-sekadar-seleksi-masuk-3-jenis-tes-di-ppdb-sab-dapat-menggambarkan-potensi-anak/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Aghy Khoirunnisa]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 12 Oct 2023 09:41:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Akademik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.sekolahalbunyan.sch.id/?p=3975</guid>

					<description><![CDATA[Seringkali kita terjebak dengan situasi membanding-bandingkan pencapaian dengan orang lain, tanpa peduli konteks prestasi secara utuh. Prestasi belajar anak seharusnya dinilai dalam konteks yang lebih luas, termasuk aspek-aspek seperti perkembangan sosial, emosional, fisik, psikologis, dan lainnya. Kesadaran ini harus dibangun sepenuhnya baik oleh orang tua maupun guru di sekolah.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Seringkali kita terjebak dengan situasi membanding-bandingkan pencapaian dengan orang lain, tanpa peduli konteks prestasi secara utuh. Prestasi belajar anak seharusnya dinilai dalam konteks yang lebih luas, termasuk aspek-aspek seperti perkembangan sosial, emosional, fisik, psikologis, dan lainnya. Kesadaran ini harus dibangun sepenuhnya baik oleh orang tua maupun guru di sekolah.</p>



<p>SAB menaruh perhatian besar pada hal tersebut dan meyakini bahwa dengan modal kemampuan yang berbeda-beda, setiap anak dapat mencapai titik optimalnya dengan pendidikan yang berdiferensiasi. Termaktub dalam <em>Sustainable Development Goals </em>(SDGs) poin empat, salah satu pendidikan yang berkualitas adalah pendidikan yang inklusif, termasuk inklusif terhadap beragam kemampuan siswa. Hal ini berarti bahwa sekolah harus mampu memberi kesempatan yang sama untuk peserta didik dengan potensi yang berbeda-beda. Hal ini pun ternyata sudah menjadi perhatian menteri pendidikan dengan dasar dari Undang-undang No 2 tahun 2003 tentang (Sisdiknas) pada pasal 36 ayat 2, kurikulum harus dikembangkan dengan prinsip diversifikasi, salah satunya adalah sesuai dengan keadaan siswa. Kurikulum merdeka membuat upaya pendidikan berdiferensiasi.</p>



<p>Dalam mewujudkan pendidikan berdiferensiasi, SAB melakukan serangkaian upaya yang bahkan dilakukan jauh sebelum pembelajaran dimulai, salah satunya dalam sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Seleksi masuk SAB menggunakan sistem asesmen diagnostik yang memungkinkan hasil tes tidak sekadar menjadi bahan seleksi calon siswa baru, namun lebih jauhnya dapat digunakan sebagai rekomendasi dan bahan pertimbangan bagi para stakeholder.</p>



<p><strong>Tes Akademik Dasar</strong></p>



<p>SAB melakukan asesmen akademik dasar calon siswanya yang meliputi kemampuan literasi dan numerasi, serta tes pengetahuan dasar Agama Islam. Ketiganya merupakan kemampuan prasyarat yang menjadi landasan para guru SAB dalam membimbing pembelajaran siswa.</p>



<p>Literasi dan numerasi merupakan kemampuan general dan mendasar untuk pemecahan masalah baik personal, sosial, bahkan profesional. Dua kemampuan ini menjadi dasar asesmen dari Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) dalam PISA (<em>Programme for International Student Assessment</em>). Asesmen ini mengukur kompetensi berpikir, sehingga hasil pengukuran tidak sekadar menggambarkan prestasi akademik terhadap konten pelajaran tertentu saja, sehingga hasilnya lebih komprehensif dan general dan dapat digunakan oleh seluruh guru.</p>



<p>Selain literasi dan numerasi, SAB sebagai sekolah islam terpadu juga melakukan tes pengetahuan dasar Agama Islam untuk mengukur sejauh mana anak mengetahui pengetahuan islam sebagai agamanya. Refleksi dari hasil tes ini dapat menjadi bahan pertimbangan pembinaan keislaman bagi anak tersebut sehingga tujuan bersama dapat dicapai dengan baik.</p>



<p><strong>Psikometri SDQ untuk Skrining Keadaan Mental Dasar Anak</strong></p>



<p>Kondisi psikologis anak juga penting untuk diketahui untuk menyelenggarakan pendidikan yang berdiferensiasi. Setiap anak dengan keadaan mental yang berbeda semestinya mendapat bimbingan yang disesuaikan juga.</p>



<p>Psikotes yang dilakukan SAB pada calon siswa baru menggunakan instrumen <em>Strength and Difficulties Questionnaire</em> (SDQ), sebuah instrumen skrining sederhana perilaku anak dan remaja (3-17 tahun) yang menggambarkan keadaan mental dasar anak yang berfokus pada kekuatan dan kesulitan mereka. Adapun dimensi yang dapat tergambar dari asesmen ini adalah perilaku prososial, hiperaktivitas, masalah perilaku, gejala emosi, dan hubungan dengan teman sebaya.</p>



<p>Hasil skrining dapat menjadi bahan pertimbangan <em>stakeholder </em>dalam memperlakukan dan membimbing anak dalam proses pendidikan, serta agar pada saat pemrograman pembelajaran, sudah dipikirkan mengenai bentuk intervensi pembelajaran yang cocok</p>



<p><strong>Pengecekan Kemampuan Dasar, Kemampuan Menghafal dan Keabsahan Membaca Qur’an</strong></p>



<p>Calon siswa juga diminta mengirimkan video pembacaan Al-Qur’an yang menjadi bahan penilaian untuk persiapan menghafal qur’an. Dari video tersebut, penilai mengukur kefasihan bacaan yang meliputi <em>makharijul huruf, </em>tajwid, adab, dan kemampuan menghafal.</p>



<p>&nbsp;Hasilnya akan menjadi gambaran titik mulai bagi anak dan orang tua. <em>Muhafidz</em> sebagai pembimbing tahfidz juga dapat menggunakannya sebagai <em>placement test </em>sehingga menjadi bahan pertimbangan untuk menentukan bimbingan seperti apa yang diperlukan untuk mengoptimalkan proses <em>tahfidzul qur’an</em> yang akan dilaksanakan.</p>



<p>Ketiga asesmen ini diharapkan mampu menjadi bekal bagi para stakeholder pendidikan SAB bersama orang tua sebagai mitra terbaik dalam pendidikan anak, untuk menjalankan pembelajaran berdiferensiasi.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.sekolahalbunyan.sch.id/2023/10/12/bukan-sekadar-seleksi-masuk-3-jenis-tes-di-ppdb-sab-dapat-menggambarkan-potensi-anak/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Yuk Kenalan dengan Guru Pengerak dari Sekolah Al Bunyan</title>
		<link>https://www.sekolahalbunyan.sch.id/2022/08/29/yuk-kenalan-dengan-guru-pengerak-dari-sekolah-al-bunyan/</link>
					<comments>https://www.sekolahalbunyan.sch.id/2022/08/29/yuk-kenalan-dengan-guru-pengerak-dari-sekolah-al-bunyan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Sekolah Al Bunyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 29 Aug 2022 08:11:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Akademik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.sekolahalbunyan.sch.id/?p=4121</guid>

					<description><![CDATA[Sekolah Al Bunyan memiliki Guru Penggerak bernama Reval Dzrixhon Lauchilanagi, S.pd.Si. Guru Penggerak adalah program pendidikan kepemimpinan bagi guru untuk menjadi pemimpin pembelajaran. Guru penggerak berperan aktif dalam mengembangkan diri dan guru lainnya sehingga dapat mewujudkan visi sekolah yang dimilikinya.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Sekolah Al Bunyan memiliki Guru Penggerak bernama Reval Dzrixhon Lauchilanagi, S.pd.Si. Guru Penggerak adalah program pendidikan kepemimpinan bagi guru untuk menjadi pemimpin pembelajaran. Guru penggerak berperan aktif dalam mengembangkan diri dan guru lainnya sehingga dapat mewujudkan visi sekolah yang dimilikinya.</p>



<p>Selain menjadi guru di Sekolah Al Bunyan, Pak Reval menjadi Guru Penggerak angkatan keempat. Guru Penggerak dapat berkolaborasi dengan orang tua dan komunitas untuk mengembangkan sekolah dan menumbuhkan kepemimpinan murid serta terus berupaya mewujudkan visi sekolah dengan berpihak pada murid di sekolah. Pak Reval menjadi guru terpilih untuk menggerakan komunitas belajar bagi rekan guru di Sekolah Al Bunyan. Dirinya mendorong peningkatan kepemimpinan murid di sekolah dengan menciptakan kualitas pembelajaran yang positif dan berpihak pada murid. Selain menjadi Guru Penggerak, Pak Reval menjadi pengajar di Bimbingan Belajar Nurul Fikri sebagai guru IPA dan dan Matematika untuk SMP serta Fisika untuk SMA.</p>



<p>Hadirnya Guru Penggerak di Sekolah Al Bunyan berdampak baik bagi ekosistem guru dan murid di sekolah. Guru menjadi memiliki program berkumpul bersama dan bertukar pikiran dalam meningkatkan pengajarannya melalui Program Guru Pembelajar. Program ini sudah berjalan selama satu pekan sekali di setiap hari Rabu. Semenjak pandemi Bapak Reval juga tergabung dalam Komunitas Ikatan Guru Indonesia wilayah Bogor. Ikut sejak Agustus 2021 dan menjadi pengurus di Oktober 2021. Hal ini membawa dampak yang baik bagi Sekolah Al Bunyan karena akses informasi yang didapatkan menjadi cepat sehingga warga sekolah dapat terus berjalan beriringan tanpa takut ketertinggalan.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.sekolahalbunyan.sch.id/2022/08/29/yuk-kenalan-dengan-guru-pengerak-dari-sekolah-al-bunyan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
