<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Aghy Khoirunnisa &#8211; Sekolah Al Bunyan</title>
	<atom:link href="https://www.sekolahalbunyan.sch.id/author/aghy/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.sekolahalbunyan.sch.id</link>
	<description>Mencetak Pemimpin Rabbani</description>
	<lastBuildDate>Sat, 28 Oct 2023 02:13:15 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.8.2</generator>
	<item>
		<title>Bukan sekadar seleksi masuk, 3 jenis tes di PPDB SAB dapat menggambarkan potensi anak</title>
		<link>https://www.sekolahalbunyan.sch.id/2023/10/12/bukan-sekadar-seleksi-masuk-3-jenis-tes-di-ppdb-sab-dapat-menggambarkan-potensi-anak/</link>
					<comments>https://www.sekolahalbunyan.sch.id/2023/10/12/bukan-sekadar-seleksi-masuk-3-jenis-tes-di-ppdb-sab-dapat-menggambarkan-potensi-anak/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Aghy Khoirunnisa]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 12 Oct 2023 09:41:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Akademik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.sekolahalbunyan.sch.id/?p=3975</guid>

					<description><![CDATA[Seringkali kita terjebak dengan situasi membanding-bandingkan pencapaian dengan orang lain, tanpa peduli konteks prestasi secara utuh. Prestasi belajar anak seharusnya dinilai dalam konteks yang lebih luas, termasuk aspek-aspek seperti perkembangan sosial, emosional, fisik, psikologis, dan lainnya. Kesadaran ini harus dibangun sepenuhnya baik oleh orang tua maupun guru di sekolah.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Seringkali kita terjebak dengan situasi membanding-bandingkan pencapaian dengan orang lain, tanpa peduli konteks prestasi secara utuh. Prestasi belajar anak seharusnya dinilai dalam konteks yang lebih luas, termasuk aspek-aspek seperti perkembangan sosial, emosional, fisik, psikologis, dan lainnya. Kesadaran ini harus dibangun sepenuhnya baik oleh orang tua maupun guru di sekolah.</p>



<p>SAB menaruh perhatian besar pada hal tersebut dan meyakini bahwa dengan modal kemampuan yang berbeda-beda, setiap anak dapat mencapai titik optimalnya dengan pendidikan yang berdiferensiasi. Termaktub dalam <em>Sustainable Development Goals </em>(SDGs) poin empat, salah satu pendidikan yang berkualitas adalah pendidikan yang inklusif, termasuk inklusif terhadap beragam kemampuan siswa. Hal ini berarti bahwa sekolah harus mampu memberi kesempatan yang sama untuk peserta didik dengan potensi yang berbeda-beda. Hal ini pun ternyata sudah menjadi perhatian menteri pendidikan dengan dasar dari Undang-undang No 2 tahun 2003 tentang (Sisdiknas) pada pasal 36 ayat 2, kurikulum harus dikembangkan dengan prinsip diversifikasi, salah satunya adalah sesuai dengan keadaan siswa. Kurikulum merdeka membuat upaya pendidikan berdiferensiasi.</p>



<p>Dalam mewujudkan pendidikan berdiferensiasi, SAB melakukan serangkaian upaya yang bahkan dilakukan jauh sebelum pembelajaran dimulai, salah satunya dalam sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Seleksi masuk SAB menggunakan sistem asesmen diagnostik yang memungkinkan hasil tes tidak sekadar menjadi bahan seleksi calon siswa baru, namun lebih jauhnya dapat digunakan sebagai rekomendasi dan bahan pertimbangan bagi para stakeholder.</p>



<p><strong>Tes Akademik Dasar</strong></p>



<p>SAB melakukan asesmen akademik dasar calon siswanya yang meliputi kemampuan literasi dan numerasi, serta tes pengetahuan dasar Agama Islam. Ketiganya merupakan kemampuan prasyarat yang menjadi landasan para guru SAB dalam membimbing pembelajaran siswa.</p>



<p>Literasi dan numerasi merupakan kemampuan general dan mendasar untuk pemecahan masalah baik personal, sosial, bahkan profesional. Dua kemampuan ini menjadi dasar asesmen dari Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) dalam PISA (<em>Programme for International Student Assessment</em>). Asesmen ini mengukur kompetensi berpikir, sehingga hasil pengukuran tidak sekadar menggambarkan prestasi akademik terhadap konten pelajaran tertentu saja, sehingga hasilnya lebih komprehensif dan general dan dapat digunakan oleh seluruh guru.</p>



<p>Selain literasi dan numerasi, SAB sebagai sekolah islam terpadu juga melakukan tes pengetahuan dasar Agama Islam untuk mengukur sejauh mana anak mengetahui pengetahuan islam sebagai agamanya. Refleksi dari hasil tes ini dapat menjadi bahan pertimbangan pembinaan keislaman bagi anak tersebut sehingga tujuan bersama dapat dicapai dengan baik.</p>



<p><strong>Psikometri SDQ untuk Skrining Keadaan Mental Dasar Anak</strong></p>



<p>Kondisi psikologis anak juga penting untuk diketahui untuk menyelenggarakan pendidikan yang berdiferensiasi. Setiap anak dengan keadaan mental yang berbeda semestinya mendapat bimbingan yang disesuaikan juga.</p>



<p>Psikotes yang dilakukan SAB pada calon siswa baru menggunakan instrumen <em>Strength and Difficulties Questionnaire</em> (SDQ), sebuah instrumen skrining sederhana perilaku anak dan remaja (3-17 tahun) yang menggambarkan keadaan mental dasar anak yang berfokus pada kekuatan dan kesulitan mereka. Adapun dimensi yang dapat tergambar dari asesmen ini adalah perilaku prososial, hiperaktivitas, masalah perilaku, gejala emosi, dan hubungan dengan teman sebaya.</p>



<p>Hasil skrining dapat menjadi bahan pertimbangan <em>stakeholder </em>dalam memperlakukan dan membimbing anak dalam proses pendidikan, serta agar pada saat pemrograman pembelajaran, sudah dipikirkan mengenai bentuk intervensi pembelajaran yang cocok</p>



<p><strong>Pengecekan Kemampuan Dasar, Kemampuan Menghafal dan Keabsahan Membaca Qur’an</strong></p>



<p>Calon siswa juga diminta mengirimkan video pembacaan Al-Qur’an yang menjadi bahan penilaian untuk persiapan menghafal qur’an. Dari video tersebut, penilai mengukur kefasihan bacaan yang meliputi <em>makharijul huruf, </em>tajwid, adab, dan kemampuan menghafal.</p>



<p>&nbsp;Hasilnya akan menjadi gambaran titik mulai bagi anak dan orang tua. <em>Muhafidz</em> sebagai pembimbing tahfidz juga dapat menggunakannya sebagai <em>placement test </em>sehingga menjadi bahan pertimbangan untuk menentukan bimbingan seperti apa yang diperlukan untuk mengoptimalkan proses <em>tahfidzul qur’an</em> yang akan dilaksanakan.</p>



<p>Ketiga asesmen ini diharapkan mampu menjadi bekal bagi para stakeholder pendidikan SAB bersama orang tua sebagai mitra terbaik dalam pendidikan anak, untuk menjalankan pembelajaran berdiferensiasi.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.sekolahalbunyan.sch.id/2023/10/12/bukan-sekadar-seleksi-masuk-3-jenis-tes-di-ppdb-sab-dapat-menggambarkan-potensi-anak/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Monitoring dan Evaluasi Perkembangan Siswa: Wadah Komunikasi Terbuka Orang tua dan Sekolah</title>
		<link>https://www.sekolahalbunyan.sch.id/2023/10/12/monitoring-dan-evaluasi-perkembangan-siswa-wadah-komunikasi-terbuka-orang-tua-dan-sekolah/</link>
					<comments>https://www.sekolahalbunyan.sch.id/2023/10/12/monitoring-dan-evaluasi-perkembangan-siswa-wadah-komunikasi-terbuka-orang-tua-dan-sekolah/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Aghy Khoirunnisa]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 12 Oct 2023 09:26:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Aktivitas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.sekolahalbunyan.sch.id/?p=3972</guid>

					<description><![CDATA[Orang tua merupakan pendukung utama dalam membentuk karakter dan kompetensi anak. Sebuah penelitian yang dilakukan Southwest Educational Development Laboratory (SEDL) menyimpulkan bahwa saat sekolah, keluarga, dan kelompok masyarakat bekerjasama untuk mendukung proses pembelajaran, anak akan cenderung lebih berprestasi dan lebih menyukai sekolah. ]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Orang tua merupakan pendukung utama dalam membentuk karakter dan kompetensi anak. Sebuah penelitian yang dilakukan Southwest Educational Development Laboratory (SEDL) menyimpulkan bahwa saat sekolah, keluarga, dan kelompok masyarakat bekerjasama untuk mendukung proses pembelajaran, anak akan cenderung lebih berprestasi dan lebih menyukai sekolah.&nbsp;</p>



<p>Peran orang tua dalam pendidikan di SAB tidak hanya sebats memberikan dukungan materi saja, namun berperan sebagai mitra aktif dalam proses pembelajaran. Kolaborasi antara orang tua dan guru menjadi landasan yang kuat dalam menciptakan lingkungan belajar yang optimal bagi anak-anak. Orang tua dapat berkomunikasi secara terbuka dengan para guru, berpartisipasi dalam berbagai forum pertemuan orang tua, serta terlibat dalam kegiatan sekolah yang melibatkan orang tua.</p>



<p>Dalam mewujudkan komunikasi terbuka antara sekolah dan orang tua sebagai mitra pendidikan, SAB memiliki beberapa kanal untuk melaporkan hasil monitoring dan evaluasi perkembangan siswa kepada para orang tua.</p>



<ol class="wp-block-list">
<li><strong>Pertemuan pekanan wali asrama dengan orang tua</strong></li>
</ol>



<p>SAB menyediakan wadah interaktif bagi para wali siswa untuk berdiskusi mengenai perkembangan anaknya dalam pertemuan rutin pekanan bersama wali asrama melalui platform zoom.&nbsp;</p>



<ol class="wp-block-list" start="2">
<li><strong>Rapor Pekanan Perkembangan Siswa</strong></li>
</ol>



<p>Rapor pekanan yang merupakan dokumen berisi laporan perkembangan siswa baik bidang akademik, kondisi kesehatan siswa, dan kegiatan harian siswa, dsb.</p>



<ol class="wp-block-list" start="3">
<li><strong>Pertemuan orang tua dan siswa bulanan</strong></li>



<li><strong>Rapor Semester</strong></li>
</ol>



<p>Bentuk laporan lainnya adalah rapor semester yang merupakan akumulasi dari monitoring dan evaluasi perkembangan siswa secara keseluruhan.</p>



<ol class="wp-block-list" start="5">
<li><strong>Pertemuan Orang tua dengan Wali Kelas</strong></li>
</ol>



<p>Tidak sekadar dokumen, laporan semesteran juga dilengkapi pertemuan orang tua dengan wali kelas masing-masing siswa sehingga orang tua bisa langsung berdiskusi dengan wali kelas.</p>



<p>Dengan kemitraan yang baik antara orang tua dan lemabaga sekolah, SAB meyakini anak-anak dapat meraih prestasi terbaiknya dan tumbuh menjadi individu yang berintegritas dan berakhlak mulia.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.sekolahalbunyan.sch.id/2023/10/12/monitoring-dan-evaluasi-perkembangan-siswa-wadah-komunikasi-terbuka-orang-tua-dan-sekolah/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
